|
Written by littleadmin
|
|
Sunday, 14 June 2009 |
PAMERAN KEBAIKAN
Seorang konglomerat meninggal dunia. Jenazahnya disemayamkan di rumah
duka. Dalam tempo yang singkat, tempat itu penuh dengan papan ucapan
belasungkawa berhiaskan bunga-bunga. Dikirim dari berbagai perusahaan.
Ucapannya seragam: "Segenap pemimpin dan karyawan PT X turut
berdukacita ..." Logo dan nama perusahaan ditulis besar-besar, untuk
dipamerkan. Tuluskah ungkapan duka itu? Benarkah si pengirim turut
berdukacita? Atau, ini hanya upaya marketing agar perusahaan mendapat
nilai plus di mata keluarga yang berduka?
|
|
|
Written by littleadmin
|
|
Sunday, 14 June 2009 |
UMUR MANUSIA
"Make a wish!" Kalimat inilah yang disarankan bagi orang-orang yang
tengah meniup lilin ulang tahunnya. Macam-macam doa dan harapan pun
dipanjatkan. Salah satu yang paling umum adalah meminta panjang umur.
Untuk mencapainya, orang mencoba bermacam cara: diet, olahraga,
mengolah stres, hidup seimbang, dan sebagainya. Namun, berapakah umur
yang disebut panjang itu?
|
|
Last Updated ( Sunday, 14 June 2009 )
|
|
|
Written by littleadmin
|
|
Sunday, 14 June 2009 |
TUGAS YANG DILUPAKAN
Anak bungsu saya, Sofie, masih berumur lima bulan. Saya tidak mengerti
celoteh yang sering ia gumamkan. Saya yakin Sofie juga belum mengerti
cerita dan kata-kata yang saya ucapkan kepadanya. Namun,
entah bagaimana saya merasakan bahwa kami dapat berkomunikasi. Lewat
pandangan mata, sentuhan, senyuman, dan tawa, kami berbagi cinta dan
perasaan. Yang kami perlukan adalah waktu untuk bersama. Dalam
kebersamaan itu, banyak hal terjadi. Sebagai orangtua, salah satu
tugas saya yang terpenting adalah untuk ada bersama-sama dengan Sofie.
|
|
|
Written by littleadmin
|
|
Wednesday, 10 June 2009 |
MENGULURKAN TANGAN
Suster Gisela Borowka adalah seorang perempuan asal Jerman. Sejak tahun
1963, ia memilih mengabdikan diri merawat para penderita kusta di Pulau
Lembata dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Ketika pertama kali
datang, Gisela harus berhadapan dengan kenyataan, para penderita kusta
dikucilkan masyarakat sekitar. Tidak ada yang mau mengurus mereka.
"Biarlah mereka hidup bersama kita, mereka juga citra Allah. Jangan
lukai hati mereka, mereka telah terluka; tidak saja sakit fisik, tetapi
juga sakit hati," kata Gisela.
|
|
|
Written by littleadmin
|
|
Tuesday, 09 June 2009 |
SUDAH CUKUP?
Sekelompok orang kristiani Amerika mengunjungi seorang pendeta di
Kolkata (dulu: Kalkuta-Red), India. Mereka ingin melihat bagaimana ia
melayani penduduk miskin di daerah kumuh. Selang beberapa hari, mereka
prihatin melihat sang pendeta setiap hari mengayuh sepeda menyusuri
kota yang panas dan berdebu. Di akhir kunjungan, mereka ingin
membelikannya mobil bekas. Namun, sang pendeta menolak rencana itu.
Mengapa? Ia berkata, "Lebih baik uang sebanyak itu kita pakai untuk
melayani orang miskin. Hidup saya sudah cukup nyaman."
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 6 - 10 of 17 |