Home arrow Berita arrow Renungan Mingguan arrow "Nikodemus Berdiri Di Bawah Salib Yesus" (Yoh 19:39)
"Nikodemus Berdiri Di Bawah Salib Yesus" (Yoh 19:39) PDF Print E-mail
Written by Rm. A. Setya Gunawan, Pr.   
Monday, 04 May 2009
(Renungan 26 April 2009)

Saat kita masuk gereja, kita akan langsung melihat gambar Santo Nikodemus yang berdiri di bawah salib Yesus. Gambar yang menempel pada dinding belakang altar itu begitu indah mempesona dan penuh inspirasi iman dan menjadi pedoman hidup iman dan kekuatan rohani dalam setiap langkah hidup kita di tengah Gereja dan masyarakat. Di saat kita merayakan Ulang Tahun Paroki, kita ingat juga Santo Pelindung paroki kita yakni Santo Nikodemus. Dia seorang Farisi yang setia berguru kepada Yesus di waktu malam. Orang-orang Farisi adalah golongan dari para rabi dan ahli Taurat yang sangat berpengaruh. Mereka berpegang pada Taurat Musa dan pada ”adat istiadat nenek moyang”. Seluruh hukum dan peraturan mereka taati secara mutlak. Namun ternyata Nikodemus yang terpandang dan sangat berpengaruh di masyarakat Yahudi itu, menjadi sangat bodoh di hadapan Yesus karena Nikodemus memandang segala sesuatu dengan kacamata duniawi. Kehormatanya di masyarakat Yahudi tidak membuat Nikodemus tinggi hati, tetapi kekerdilan imannya membuat dia dengan tekun berguru kepada Yesus. Dalam Yoh 3:3 Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Nikodemus merasa kecil di hadapan Yesus dan membuka diri bagi kehadiran Allah dalam seluruh hidupnya, dan akhirnya Nikodemus dilahirkan kembali menjadi murid Yesus yang setia. Kehadirannya di Kalvari saat Yesus wafat menjadi tanda iman dan kesetiaan Nikodemus. Campuran minyak mur dengan minyak gaharu seberat lima puluh kati dibawa oleh Nikodemus untuk merawat jenazah Yesus, seperti tertulis dalam Injil Yoh 19:39-40:” Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat”.

Di saat kita merayakan Ulang Tahun Paroki tercinta, kita dapat merenungkan dan meneladan iman Santo Nikodemus. Kerendahan hati dan ketekunannya dalam mendengarkan pengajaran nilai-nilai surgawi. Iman dan penyerahannya kepada Yesus membuat Nikodemus mendapatkan tempat di hati Yesus. Nikodemus telah mendapat ”pencerahan” dalam seluruh hidupnya sehingga seluruh hidupnya berubah total dan menjadi teladan iman bagi seluruh umat manusia.

Marilah kita mohon ”pencerahan” dari Tuhan Yesus agar kitapun dilahirkan secara baru di hari paskah ini dan berbuah menjadi manusia baru dalam Kristus sehingga apa yang dikatakan St.Paulus dalam suratnya kepada umat di Kolose menjadi warna bagi seluruh hidup dan pelayanan kita di tengah Gereja dan mayarakat. ”Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita (Kol 3:17).

Selamat Pesta Paroki St.Nikodemus
Tuhan memberkati seluruh umat

(Romo Alphonsus Setya Gunawan, Pr)
Comments (0)Add Comment

Write comment

busy
Last Updated ( Monday, 04 May 2009 )
 
< Prev   Next >

Forum Komunitas

Friend Connect

Who's Online

We have 2 guests online

Jadwal Misa

Harian
  05.30 WIB
Sabtu
Sore
18.00 WIB
Minggu
Pagi
06.00 WIB
    08.00 WIB
  Sore 18.00 WIB
Jumat I
 
19.00 WIB
Pengakuan
30 menit sblm
Dosa
misa dimulai

Pesan Singkat