Home arrow Berita arrow Renungan Mingguan arrow HARI MINGGU PANGGILAN
HARI MINGGU PANGGILAN PDF Print E-mail
Written by Rm. A. Setya Gunawan, Pr.   
Monday, 04 May 2009
(Renungan 3 Mei 2009)

Hari Minggu Paskah IV ditetapkan sebagai ‘Hari Minggu Panggilan”. Tema yang diangkat oleh Sri Paus Benedictus XVI adalah :”INISTIATIF ALLAH DAN JAWABAN MANUSIA”. Sri Paus mengajak semua umat katolik untuk merenungkan lebih dalam akan Kasih Allah yang begitu agung sehingga Allah mengutus PuteraNya Yesus Kristus ke dunia agar semua manusia diselamatkan. PengorbananNya di kayu salib dan kebangkitaNya dari kematian menjadi bukti nyata bahwa kuasa dosa dikalahkan sehingga manusia tidak lagi dibelenggu oleh kuasa dosa. Warta kemenangan ini diwartakan oleh para saksi kebangkitan dan para murid Yesus yang dengan suara lantang penuh iman menggemakan Allah yang agung dan mengajak seluruh umat manusia untuk ikut mewartakan kabar gembira ini ke segala bangsa. Petrus sebagai pemimpin Gereja pertama atau Paus Pertama adalah orang pertama yang secara langsung diserahi tugas dan dipercaya oleh Yesus untuk menggembalakan umat kristiani seluruh dunia. Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh 21:17). Dalam Yoh 20:23 Yesus berkata kepada para murid:”Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."  Tugas dan wewenang untuk menggembalakan umat diterima langsung dari Tuhan Yesus untuk para pemimpin Gereja.  Tugas kegembalaan itu dihayati oleh Gereja Katolik sebagai tugas panggilan suci dan mulia yang harus diteruskan ke seluruh dunia sepanjang masa. Selama lebih dari 2000 tahun tugas kegembalaan diteruskan oleh para pengganti Petrus dan para rasul yakni Sri Paus bersama para Uskup seluruh dunia dibantu oleh para imam dan diakon yang ditahbiskan.

Inisiatif Allah yang telah terwujud sempurna dalam diri Yesus Kristus itu telah mendapat jawaban dari manusia dengan adanya panggilan-panggilan khusus sebagai puncak ‘Jawaban manusia’ atas panggilan Allah yang suci. Jawaban manusia itu merupakan wujud iman yang mendalam akan keselamatan yang telah dianugerahkan melalui Yesus agar manusia hidup kudus dan tak bercacat dihadapanNya (lih Ef 1:3-4).  Menjaga kehidupan yang suci adalah tanggung jawab kita semua. Maka seluruh umat katolik ikut bertanggung jawab untuk melahirkan panggilan-panggilan khusus agar kekudusan umat Allah terpelihara. Seminari sebagai tempat persemaian panggilan dan pendidikan calon imam telah dibuka lebar agar putra-putra Gereja dapat membuka mata dan hati untuk sebuah perutusan suci, sebagai puncak perwujudan iman dan cinta akan Tuhan dan Gereja. Tantangan untuk mewujudkan panggilan khusus di zaman sekarang ini tidak sedikit dan tidak mudah mengingat tawaran ‘duniawi’ bagi banyak anak muda lebih menarik. Oleh karena itu sebagai umat katolik yang betul mencintai Tuhan dan Gereja, kita diajak untuk berdoa lebih tekun dan mewartakan lebih lantang kepada putra-putri kita bahwa ‘panggilan khusus’ dalam Gereja untuk menjadi imam dan biarawan-biarawati itu sarat dengan nilai-nilai surgawai dan jauh lebih membahagiakan dari pada yang ditawarkan oleh dunia. Selama 2000 tahun kita telah menikmati dengan penuh sukaciata pelayanan para pemimpin Gereja seluruh dunia dan kita mengagumi para pemimpin Gereja kita (Paus, ukup dan imam) sebagai perwujudan dari kehadiran Allah sendiri. Maka menjadi tugas kita semua bahwa kita harus berbuat lebih dari sekedar  menikmati pelayanan tetapi harus melahirkan pelayan-pelayan Gereja katolik dalam panggilan khusus sebagai imam, biarawan dan biarawati, sebagai puncak dari wujud iman kita yang terdalam.

Marilah kita bertekun dalam doa, agar di tengah banyaknya tantangan duniawi ini, anak-anak muda kita mampu melihat nilai-nilai yang luhur dan mewujukan panggilannya sebagai imam, suster dan bruder dalam Gereja katolik.  Dan semoga Gereja menjadi Sakramen suci bagi seluruh umat manusia di dunia ini. "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (Mat 9:37-38).

Tuhan memberkati.

(Romo Alphonsus Setya Gunawan, Pr)

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy
Last Updated ( Monday, 04 May 2009 )
 
< Prev   Next >

Forum Komunitas

Friend Connect

Kalender Liturgi

Who's Online

We have 2 guests online

Jadwal Misa

Harian
  05.30 WIB
Sabtu
Sore
18.00 WIB
Minggu
Pagi
06.00 WIB
    08.00 WIB
  Sore 18.00 WIB
Jumat I
 
19.00 WIB
Pengakuan
30 menit sblm
Dosa
misa dimulai

Pesan Singkat