|
“Anak Tuhan Harus Rajin Berdoa” |
|
|
|
|
Written by Mia Wulandari
|
|
Sunday, 14 June 2009 |
“Kita harus membawa kasih Kristus. Oleh sebab itu, anak Tuhan harus rajin berdoa dan menjadi anak serta teman yang baik,” tutur Romo Alphonsus Setya Gunawan Pr saat menyampaikan homili pada Misa Paskah Anak pukul 09.00, pada Minggu, 12 April, ”seperti lilin Paskah yang besar yang ada di altar, demikian juga Yesus rela berkorban sampai lilin menjadi terang. Yesus berkorban untuk menebus dosa manusia, ” ungkap Romo Gun, sapaannya, disertai dengan dialog dengan anak-anak yang penuh gerak.
Sebelum mendengarkan pesan dari Romo Gun, beberapa perwakilan Sekolah Bina Iman Wilayah 3 dan 5 berakting, menyuguhkan sebuah drama gerak diiringi musik. Mini drama berkisah sebuah keluarga kecil dengan tiga putra-putrinya. Sang ayah ingin duduk dalam kekuasaan pemerintahan. Calon legislatif, ceritanya. Memberikan uang kepada orang-orang dengan harapan mereka yang menerima uang akan memilih dalam pemungutan suara. Ambisi sang ayah meruntuhkan hati nurani, ia menuruti kata hati yang sesat.
Segalanya berubah drastis, keluarga mereka tidak lagi ada kedamaian. Seorang anak lakinya yang masih duduk di SMP berkenalan dengan rokok dan minuman keras. Kakaknya pun ikut-ikutan, adiknya sepulang sekolah hanya bermain play station dan tidak pernah belajar. Hanyalah sang bunda, yang selalu berdoa memohon petunjuk Tuhan untuk terlepas dari segala beban.
Kecelakaan yang menimpa anaknya membuat keluarga tersebut kembali sadar, terlebih ketika sang ayah gagal dalam mencapai ambisinya. Seakan diingatkan bahwa manusia lemah dan hanya bisa bergantung pada Tuhan. Maka, pada saat kegagalan menimpa, sang ayah dan anak-anaknya bertobat.
Merombak tradisi. Mungkin benar ungkapan tersebut. Drama disajikan dengan dinamika lagu dan irama musik masa kini. Tema tentang caleg (calon legislatif) yang sedang naik daun lalu gagal dalam pemilihannya karena kurang suara dan keprihatinan akan kendurnya perhatian terhadap anak, sebagai pilihan yang pas untuk direnungkan oleh umat pada Paskah yang bertema “Mari Bertanggung Jawab”.
Misa Paskah Anak, maka yang menjadi peran utama adalah anak-anak. Ratusan anak memenuhi gereja berebut maju ingin melihat teman-temannya tampil di altar. Tak heran anak-anak ikut bernyanyi ketika mendengar beberapa lagu pop dari musik drama tersebut. Tidak hanya drama, anak-anak juga tampak semangat dalam Paduan Suara SBI yang mengiringi misa pagi itu.
Sebelum misa berakhir, suguhan tari kipas dari sepuluh putri-putri yang sebagian besar dari SD Bintang Kejora sebagai ungkapan rasa syukur. Paduan Suara, drama, tarian, dan seluruh anak menjadikan misa kali ini terasa istimewa.

Ku bukan superstar, kaya dan terkenal
Ku bukan saudagar yang punya banyak kapal
Ku bukan bangsawan ku bukan priyayi
ku hanyalah orang yang ingin dicintai….
Tidak ada salahnya jika syair lagu Project Pop menjadi renungan tambahan bagi kita..
(Mia Wulandari)
Drama dan Tari
Sutradara dan Koreografer: Tanti
Properti: Hella
Dibantu oleh: Wulan (make up), orangtua para pemain dan berbagai pihak.
Para Pemain:
1. Tesa sebagai Ibu
2. Feri sebagai ayah
3. Zefa sebagai anak
4. Christyas sebagai anak
5. Zidan sebagai anak
6. Tria sebagai peri baik
7. Lintang sebagai peri jahat
8. Pia sebagai teman
Penari:
1. Tria
2. Lintang
3. Tina
4. Agatha
5. Lala
6. Lelita
7. Lita
8. Agnes
9. Febi
10. Pia
|
|
Last Updated ( Sunday, 14 June 2009 )
|