Home arrow Berita arrow Dipanggil dan Dipilih
Dipanggil dan Dipilih PDF Print E-mail
Written by Ign. Bambang Widodo   
Saturday, 08 August 2009
Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarlah jalamu untuk menangkap ikan
(Duc in Altum) (Luk 5:1-11, 1 Kor 12:12-31)

Minggu sore  akhir Mei 2009 yang lalu, suasana di gereja terasa lain dibanding dengan hari-hari Minggu sore yang biasanya, apalagi cuaca akhir-akhir itu memang kurang bersahabat, karena setiap hari masih terjadi udan salah mongso, namun sore itu beruntung tidak hujan. Misa kudus konselebrasi pada hari sore itu suasananya sangat semarak dan banyak umat yang hadir, kursi-kursi di samping kanan dan kiri ruang utama dipenuhi oleh umat, dan tentu saja di antara mereka yang datang sebagian besar adalah bapak atau ibu dan putra/i-nya  yang hadir menyaksikan suami/istri, saudara, atau orangtuanya dilantik menjadi Pengurus Dewan Paroki/PGDP Pleno masa bakti 2009-2012 yang berjumlah kurang lebih 154 orang oleh Romo Yohanes Subagyo Pr. Vikaris Jenderal  Keuskupan Agung Jakarta,  sebagai selebran utama, bersama Alphonsus Setya Gunawan Pr dan Ferdinandus Apolonius Djaga Kota CSsR, dengan berseragam jubah merah; suasana menjadi sungguh sangat meriah karena hari itu adalah hari terakhir Bulan Maria dan bertepatan pula dengan hari Raya Pentakosta dimana Roh Kudus turun atas para rasul. Saya percaya saat itu Ibu Maria dan Roh Kudus pasti hadir dalam ekaristi, dengan diiringi salah satu paduan suara yang terbaik di gereja kita “Servi Domini”. Yang juga sangat menyenangkan hati adalah dari sekian banyak rekan-rekan anggota Dewan Paroki Pleno yang dilantik oleh Romo Gun, sebagian besar merupakan wajah-wajah baru yang terpanggil untuk melayani Tuhan dan sesama. Panggilan itu seperti ketika Samuel dipanggil Tuhan sampai tiga kali dengan suaraNYA yang merdu: “Samuel….! Samuel….! dan
Samuel menjawab: Ya Bapa, berbicaralah, sebab hambamu ini mendengar (Sam 3:1-18).

Saya masih ingat ketika pada zaman pemerintahan Bung Karno, pernah beliau membentuk kabinet, yang disebut Kabinet 100 Menteri, karena memang saking banyaknya orang yang ditunjuk menjadi menteri. Susunan kabinet waktu itu terdiri dari Presiden, Wakil Presiden, dibantu oleh Waperdam I dan II, ada Menteri-menteri Koordinator, Menteri-menteri dan ada pula Menteri Muda; barangkali memang dewan paroki periode ini dapat disebut demikian dan menurut sepengetahuan saya, anggota dewan inilah yang terbesar sejak saya dipilih menjadi anggota Dewan Paroki Pleno Santo Rasul Barnabas pada tahun 1996, kemudian terus berlanjut di Paroki Santo Nikodemus tercinta, sampai sekarang.

Segi positifnya memang sangat besar, karena dengan demikian semua kegiatan baik yang dilakukan oleh semua seksi maupun lingkungan bisa dikoordinasikan pelaksanaannya dengan baik, disamping itu umat terpanggil bersatu padu untuk melaksanakan karya keselamatan Kristus di dunia, dan semua orang dengan berbagai talenta yang dimiliki (Mat 25:14-30) berhak terlibat bekerja sama dan saling berkoordinasi untuk mendharmabaktikan dirinya dengan tulus iklas melayani Tuhan, untuk Gereja maupun untuk masyarakat luas (Pro Ecclesia et Patria) (1Kor 12:12-31).

Pada April lalu, sebelum pelantikan, saya menerima telepon dari Romo Gun, hati saya berdebar-debar, saya kira Presiden SBY yang menelepon. Romo Gun pada waktu itu mengatakan bahwa saya akan diserahi tugas dan tanggung jawab sebagai salah satu pengurus Dewan Paroki Pleno dan prodiakon, sesaat saya terkejut, saya tidak langsung menjawab mengiyakan, tetapi menyerahkan kembali keputusan itu kepada kebijaksanaannya.

“Apa keistimewaan saya” dalam hati bertanya. Beliau  sudah mengenal saya, sesuai penilaian, tentu banyak kelemahan dan kekurangannya daripada  kelebihan saya sebagai umat paroki, yang pasti tidak akan lebih dari saudara-saudara yang lain, apalagi melebihi Simon Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes (sebagai rasul) yang pada waktu itu mereka bekerja sebagai seorang nelayan “seorang penjala ikan” di Danau Tiberias  yang kemudian dipanggil menjadi  rasul-rasul yang dipilih oleh Tuhan Yesus, “Ikutlah Aku, untuk menjala manusia”.

Dalam Injil, Tuhan Yesus memanggil murid-muridnya sebagaimana yang dikehendakiNYA, Yesus tidak memilih mereka yang yang cerdik pandai, bahkan sesuai pengakuan Simon Petrus, bahwa dia dipanggil sebagai orang yang berdosa (Luk 5:8), Yesus tidak memanggil orang-orang yang suci  dan sempurna (Luk 5:32). Karena itu, setelah hubungan telepon selesai, saya masuk dalam keheningan di kamar pribadi: “Apa yang Kau kehendaki dari saya Tuhan?. Kalau Engkau memilih saya untuk melayaniMU, beritahukanlah jalanMu kepadaku ya Tuhan, tunjukkanlah itu padaku.

Bawalah saya berjalan dalam kebenaranMu dan ajarlah saya (Maz 25:4-5)”, karena itu saya mohon Tuhan, utuslah Roh Kudusmu untuk menolong saya (Kis 9:31). Semoga jawaban Tuhan sama seperti sabda Tuhan kepada Nabi Yoel: “Aku akan mencurahkan RohKU (Yoel 2:28, Kis 2:17-21).” Tuhan Yesus pasti tidak akan membebani Kuk yang tidak dapat saya pikul di atas tengkuk kita (Kis 15:10), sebagaimana sabda Tuhan Yesus kepada Paulus: “Cukuplah kasih karuniaku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah KuasaKu menjadi sempurna (2 Kor 12:7-10).”

Melaksanakan tugas “melayani Tuhan dan sesama” bagi saya bukan hanya sekadar kesanggupan, tetapi juga menjadi komitmen. (Komitmen berarti sesuatu yang membuat seseorang memikul risiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses).

Maka, dalam keheningan di depan Bunda Maria, dengan segala kerendahan hati saya merenung: layak dan pantaskah saya melayani Tuhan Yesus untuk mengemban tugas itu (Luk 5:8). Setelah hening sejenak, dalam hatiku menjawab sendiri; Tugas itu akan kujalani, pasti tidak berat, saya tidak khawatir (Mat 6:25-34) dan tidak takut (Luk 5: 10-11), karena Tuhanlah Gembalaku yang baik (Maz 23:1-6,Yoh 10:1-21). Hal ini disampaikan juga oleh Uskup Agung Jakarta dalam peringatan 25 tahun tahbisan beliau sebagai uskup: “Pelayanan Gembala baik.” Saya akan mulai pekerjaan “melayani” ini dengan senyum, pasti semuanya akan baik adanya. Saya percaya Tuhan Yesus telah memanggil dan memilih saya bersama-sama rekan-rekan anggota dewan paroki (Luk 5: 1-11).

Kita semua dipanggil dan dipilih melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk melayani Tuhan dan sesama itu, dengan dasar sabda Tuhan: ”Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang telah memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu,supaya kamu pergi, dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap (Yoh 15:16).” Karena itu bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan (Duc in Altum, Luk 5:4).”  Sebagaimana dikatakan oleh Nabi Yesaya: Tuhan memakai Koresy sebagai alatNYA: ”AKU memanggil engkau dengan namamu, Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal AKU.” Allah telah berkenan memilih kita, karena Allah telah mengenal kita: ”Sebab engkau adalah keturunanKu (Kis 17:28).” “Aku telah mengenal engkau, sebelum AKU membentuk engkau dalam rahim ibumu (Yer 1:5)” dan “Aku memilih engkau dari semula sebelum AKU menciptakan segalanya (Eff 1:4-5).”

Dengan dasar sabda Allah Bapa itu, saya sangat berharap Tuhan Yesus selalu memberi kita terang Roh Kudus (Kis 2:1-4) yang memancarkan cahaya api berupa Roh Hikmat, Roh Pengertian, Roh Nasihat, Roh Keperkasaan, Roh Pengenalan akan Allah, Roh Kesalehan dan Roh Takut akan Allah, untuk dapat memampukan kita bekerja di ladang Tuhan (1 Kor 12:1-11). Bukankah dalam Kisah Para Rasul telah terbukti secara nyata bahwa Roh Kudus telah memberi terang dan mengajarkan hal-hal yang ajaib dan luar biasa kepada para rasul untuk melakukan segala sesuatu yang sebelumnya mereka tidak bisa melakukannya. Kita harus menyadari bahwa apa yang kita lakukan  memang tidak sebanding dengan karya Rasul Petrus dan Paulus, namun sekecil apa pun karya pelayanan kita, akan sangat berharga di hadirat Tuhan, saya percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai rencana Allah (Yes 6:1-13, Rm 8:28-30). Kita tidak dapat mengelak dari kehendak Tuhan (Yun 1 dan 2), apalagi berpaling dariNYA (Mat 8:18-22).
Selamat bekerja Saudaraku terkasih, Tuhan memberkati kita semua.

(Penulis warga Santo Basilius Agung)
Comments (0)Add Comment

Write comment

busy
Last Updated ( Saturday, 08 August 2009 )
 
< Prev   Next >

Forum Komunitas

Friend Connect

Kalender Liturgi

Who's Online

We have 22 guests online

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday117
mod_vvisit_counterYesterday137
mod_vvisit_counterThis week254
mod_vvisit_counterThis month860
mod_vvisit_counterAll32931

Jadwal Misa

Harian
  05.30 WIB
Sabtu
Sore
18.00 WIB
Minggu
Pagi
06.00 WIB
    08.00 WIB
  Sore 18.00 WIB
Jumat I
 
19.00 WIB
Pengakuan
30 menit sblm
Dosa
misa dimulai

Pesan Singkat