Momen Paskah hingga Retret Keluarga
Lingkungan Santo Basilius Agung pada Minggu, 3 Mei 2009 lalu, mengadakan bakti sosial dengan cara berjualan beberapa kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, beras, dan mi instan untuk beberapa warga lingkungan dan juga warga non-Katolik yang memang sangat membutuhkan bahan-bahan seperti ini, tetapi mereka harus membeli kupon seharga Rp 30.000 untuk mendapatkan satu paket kebutuhan pokoknya dan lingkungan ini juga menjual pakaian bekas serta makanan dan minuman dalam kemasan, semua ini bentuk kepedulian warga lingkungan yang memang ingin berkarya sosial.
Kegiatan ini dalam rangka momen Paskah dan hanya melayani warga yang kurang mampu dilihat dari segi penghasilan sekeluarga dalam satu harinya. Kegiatan ini berlangsung di rumah Ketua Lingkungan Andreas Kurniawan Udjaja yang memang memungkinkan untuk acara semacam ini dan berlangsung sejak pukul 10.00-15.00, “Kita ingin menunjukkan kepedulian dalam rangka mencerminkan kasih Kristus, namun tentunya kepedulian itu kita berikan pada warga terdekat dahulu,” katanya.
HUT Lingkungan
Di tengah kegiatan yang selalu sibuk dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, lingkungan ini pun tak ketinggalan dalam rangka ucapan syukur kepada Tuhan Yesus, dan pada Minggu, 7 Juni 2009, bertempat di rumah keluarga Y Herman Timu diadakan misa HUT Ke-10 Lingkungan Santo Basilius Agung dengan mengundang Romo Albertus Hendaryono Pr sebagai pemimpin misa. Hadir pada kesempatan ini sesepuh warga yang turut membangun lingkungan hingga menjadi Wilayah VI yang meliputi empat lingkungan saat ini. Dan, kesempatan ini digunakan juga untuk memperkenalkan sosok ketua lingkungan yang baru saja terpilih untuk periode 2009-2011 yaitu FX Wahyudi Sudiono.
Retret Keluarga
Lingkungan ini pun tak mau hidup ini selalu dikejar waktu dalam mencari uang, perlu juga beretret bersama keluarga. Pada Sabtu-Minggu, 27-28 Juni 2009, bertempat di Santa Monica 2, Jalan Cikereteg, Desa Pancawati, Bogor, Jawa Barat, lingkungan ini beristirahat melupakan sejenak hiruk-pikuk kehidupan kota besar Jakarta dan melakukan hening sejenak bersama keluarganya.
Retret yang dipandu oleh Romo Albertus Hendaryono Pr diikuti oleh 50-an orang dari anak balita hingga dewasa, dan tentu bersama orangtuanya sekalian. Tetapi, orangtua dan anak-anak menempati sesi tersendiri atau dipisahkan, karena memiliki tema sendiri bagi anak-anak.
Dalam renungan yang dibawakan oleh Romo Dono, begitu romo ini biasa disapa, lebih banyak menggugah orangtua dalam membimbing anak-anaknya menuju kehidupan masa depannya dan bagaimana orangtua bertanggung jawab atas anaknya menuju kehidupan dewasanya kelak, dia pun mengutip beberapa ayat dari Kitab Keluaran, Kejadian, hingga Injil Lukas.
Satu hal yang selalu ditanamkan dalam renungan yang kadang diselingi gelak tawa peserta adalah sebuah nama, nama identik dengan sesuatu yang melekat hingga akhir hayatnya, sebagai perumpaan dia menunjukkan arti nama seseorang, nama yang diberikan pada calon bayi misalnya akan melekat hingga orang itu dewasa, nama orang seperti sebuah jalan yang lurus dengan kata lain membawa arti yang mendalam sekali dan mungkin nama itu membawa keberuntungan pada pemiliknya.
Acara api unggun yang berlangsung pukul 20.00-22.00 diisi berbagai cerita dan pengalaman semua peserta yang telah memberikan nama pada anak-anaknya, kenapa anak diberi nama x misalnya hingga arti dari nama tersebut, satu persatu orangtua memaparkan arti nama yang diberikan kepada anak-anak tercintanya di hadapan peserta retret, acara ini diselingi lagu-lagu, Sempurna dari Andra and the Backbone dan Laskar Pelangi dari Nidji yang dibawakan oleh anak-anak muda dengan petikan gitar Danang Kurniawan yang menambah semaraknya retret ini.
Pada sesi anak muda yang dipandu oleh Andreas Hasto Pranowo, dia lebih ingin menggugah dan memberi motivasi dalam berkarya dan bersosialisasi dalam berteman dan bagaimana menumbuhkan kerja sama, kepekaan, dan kesabaran di lingkungan, karena jika tim yang kuat akan menjadi modal untuk berkarya, maka dengan anak-anak muda ini dia berharap munculnya calon-calon pemimpin masa depan ini.
Pak Hasto pun mengundang tim dari Outing Venture Games untuk memandu anak-anak muda dalam permainan yang dapat memberikan kepercayaan diri, belajar menghadapi situasi yang krisis, dan mengambil keputusan secara cepat, beberapa peserta menyatakan sangat senang dalam retret ini karena tak melulu mendengarkan khotbah yang kadangkala bisa bikin ngantuk, tetapi fun n games lebih saya sukai, kata seorang peserta.
Sebelumnya para peserta retret ini diajak tur oleh mantan ketua lingkungan, Andreas Kurniawan Udjaja, mengunjungi pabrik pembotolan air minum berionisasi PT Super Wahana Tehno, Pristine, yang menjadi mereknya dan berjarak satu km dari rumah retret, dalam kunjungan ini semua peserta mendengarkan paparan dari Suilam, Plant Manager, dia mendemonstrasikan air minum produknya yang ternyata baik untuk tubuh dan juga memaparkan keunggulan dari beberapa merek yang ada di pasaran. Selesai makan siang di pabrik ini, semua peserta diajak keliling pabrik dan ditunjukkan bagaimana air diproses hingga pembotolan dan air didistribusikan ke konsumen dan juga melihat dari dekat sumber mata air yang dimiliki pabrik ini.
(Chris V)
|