Home arrow Berita arrow Kritik Itu Titik Tolak Untuk Memajukan Diri
Kritik Itu Titik Tolak Untuk Memajukan Diri PDF Print E-mail
Written by Chris V. & Margaretha S.   
Monday, 26 October 2009
Rapat Kerja DPP Masa Bakti 2009-2012

raker-dpp-1.jpg”Sore hari ini kita bisa berkumpul bersama-sama sebagai pengurus dewan paroki pleno yang telah dilantik pada Minggu, 31 Mei 2009 yang lalu, tanggung jawab sebagai pengurus dewan paroki pleno bukan hanya semata-mata horizontal di hadapan sesama kita, pemimpin kita di dunia ini, tetapi kita mau bertanggung jawab secara moral dan spiritual di hadapan Tuhan kita, Yesus Kristus. Bukan hanya sebagai organisasi duniawi saja, tetapi sebagai Gereja yang boleh disebut Gereja adalah sakramen. Jadi, Gereja pada umumnya secara menyeluruh disebut sakramen yang artinya adalah tanda, yang dimaksudkan Gereja adalah kita semua, yang dimaksud dengan Gereja adalah bukan hanya pejabat teras seperti para uskup dan kaum imam, tetapi Gereja adalah kita semua, Gereja adalah umat Allah.”
   
Demikian kata sambutan dan pembukaan Rapat Kerja Dewan Paroki Pleno Masa Bakti 2009-2012 dari Romo Alphonsus Setya Gunawan Pr, rapat kerja berlangsung pada Sabtu sore dan dilanjutkan pada Minggu (8-9 Agustus) dari pagi hingga petang, dan mengambil tempat di Rumah Retret Canossa, Jurang Mangu, Bintaro, hadir pada kesempatan ini rekan pastor Romo Ferdinandus Apolonius Djaga Kota C.Ss.R, Dewan Paroki, Dewan Paroki Harian, Dewan Paroki Pleno, dan Dewan Paroki Inti.
   
”Oleh karena itu, kita sebagai pengurus gereja atau paroki, diajak untuk bersama-sama memikirkan dan merencanakan serta bertanggung jawab untuk karya seluruh pelayanan ini, membangun iman dan persaudaraan dalam kebersamaan di dalam Allah sendiri, maka pemahaman ini sudah harus mendarah daging di dalam kehidupan pelayanan, bahwa Gereja adalah kita semua,” kata Romo Gun.

”Kita dilantik untuk menjadi pengurus selama tiga tahun ke depan. Maka, kita adalah satu kesatuan dan harus satu suara, baik ke umat maupun ke raker-dpp-2.jpgmasyarakat. Jangan kita saling berargumen dan berantem, tetapi bersama kita betanggung jawab kepada Allah. Landasan kita bukan horizontal, tetapi landasan iman. Segala sesuatu yang kita perbuat harus berlandaskan  iman. Semua yang kita buat untuk Tuhan bukan untuk kita sendiri. Fondasi itulah yang harus dijadikan dasar dan kita harus menjadi kokoh dan kuat dalam persaudaraan berdasarkan iman kepada Kristus,” katanya di hadapan 100-an pengurus ini.

Lebih jauh dia mengatakan, ”Semakin banyak kita berkarya dan melayani semakin kita dipandang dan jika tidak hati-hati akan sering dikritik. Kita juga harus berjuang sampai titik darah penghabisan. Jika kita dikritik langsung pulang dan mengambek, maka dimana imannya? Banyak pengalaman pahit dalam melayani, jika kita berbicara sedikit, reaksinya dahsyat.  Maksud-maksud  baik, ditangkap orang sebagai tidak baik. Semoga semua yang ada di sini, yang duduk dalam kepengurusan Dewan Paroki Pleno 2009-2012, tidak ada yang mengundurkan diri sampai habis masa jabatannya. Kritik itu titik tolak untuk memajukan diri,” katanya menutup kata sambutan.

Pada acara pembukaan Romo Gun juga menjelaskan arti dan makna yang tertera pada kitab Kolose 3:12-17, dengan panjang lebar dia paparkan arti kata-kata di dalam kitab itu, yang berintikan menjadi pengurus DPP itu bukan kebetulan, tetapi harus dihayati sebagai tugas dari Tuhan. Semua tugas berawal dari baptisan sebagai fondasi iman.

”Ada pendapat, dalam bekerja sosial jika kita tak ada juga tak apa-apa. maka, jika di lingkungan ada rapat dan tak datang itu dianggap biasa, padahal itu salah. Kita bukan bekerja di departemen sosial, kita bukan kerja sosial, tetapi kerja karena percaya kepada Tuhan, dan bekerja dari lubuk iman. Menyadari bahwa kita pilihan Allah, dipilih oleh Tuhan sendiri. Seperti dalam hidup keluarga, kita merasakan pasangan itu pilihan Tuhan bagi saya. Demikian pula dalam hidup berkeluarga kita bertanggung jawab kepada Tuhan,” katanya menutup sambutan sore itu.

Strategi Pastoral Gembala Baik

Pada hari kedua raker, menampilkan pembicara Romo Y Purbo Tamtomo Pr, Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta, dia mengharapkan arah pastoral KAJ untuk untuk tetap berkelanjutan.  Memberdayakan umat basis yang merupakan strategi berpastoral sebagai Gembala Baik akan tetap berlanjut terus. Memberdayakan lingkungan dan kategorial tetap menjadi arah pelayanan pastoral KAJ, dengan strategi Gembala Baik-nya.

raker-dpp-4.jpgPemberdayaan umat basis dimaksudkan untuk menjadi Gembala yang Baik. ”Artinya kita mau melayani setiap orang sampai tidak ada satupun yang tidak tersentuh. Kita harus tahu persis mana domba-domba yang dipercayakan kepada kita. Mereka bukan domba, tetapi titipan Tuhan. Semua ini memang membuat capek, dan kita bekerja bukan untuk dihormati atau  mendapat sesuatu,  tetapi karena ini titipan Tuhan. Godaan melayani yang gampang dan menyenangkan. Gembala baik mulai dengan yang susah, menghampiri yang susah, kekerasan hati dapat diatasi dengan sering menyapa” katanya lagi.

”Tidak mudah mendapatkan orang yang dengan senang hati untuk melayani kepengurusan dalam gereja Katolik, kalau disuruh menjadi pengurus tidak mau, hanya mendukung saja,” katanya, dan hal yang menarik dari pembicaraan pagi itu adalah, ”adanya kemajuan dalam persekutuan orang beriman. Hidup beriman dalam lingkungan sudah mulai tampak di paroki (Santo Nikodemus-Red) ini”, ucap Romo Purbo panggilan akrabnya.

Mengenai paroki dan umat dia mengatakan, ”kunjungan ke keluarga-keluarga sudah selesai dijalankan. Retret keluarga di lingkungan sudah selesai. Tetapi, masih perlu dilakukan evaluasi kelanjutan. Tidak boleh ada warga Katolik yang  jotakan (berseteru/berselisih). Ketua lingkungan harus mengusahakan warganya rukun dan tidak bermusuhan. Ini tidak mudah, karena  jika tidak hati-hati dapat dipersalahkan, tanda umat basis adalah umatnya rukun, tidak berselisih, dan mau saling menyapa. Bagaimana umat bisa akur jika ketua lingkungan juga tidak akur. Jangan diharap ketua lingkungan akur jika pastornya tidak akur, yang disambut tawa peserta. 

raker-dpp-3.jpg”Kita menyanyikan lagu Dalam Yesus Kita Bersaudara, tetapi di dalam rumah/lingkungan tidak bersaudara, adalah tugas ketua lingkungan mendamaikan mereka yang berselisih. Tanda umat basis lain adalah umat mudah memaafkan dan mudah memahami. Hal seperti ini mudah dipahami, tetapi  sulit diwujudkan. Kita sering lupa menjadi pengikut Yesus yang Maha Murah dan Maha Baik. Salah satu tugas ketua lingkungan dan wilayah adalah meningkatkan persaudaraan, menjadikan warganya rukun satu sama lain, damai satu sama lain, saling memaafkan satu sama lain, katanya. 

Statistik warga

Pastoral Gembala Baik mau melakukan hal seperti itu dan mulainya dari pendataan. Pentingnya disiplin dalam administrasi yang sungguh mengungkapkan fakta yang ada di parokinya. ”Pelayanan dapat dilakukan sungguh-sunguh, saya usul agar paroki mengusahakan statistik lingkungan yang sungguh bersifat pastoral yang mencerminkan seperti apa situasi umatnya,” katanya.

”Oleh sebab itu, Paroki Santo Nikodemus harus benar-benar melakukan pendataan dan satu orangpun tak boleh ada yang tertinggal. Satu orangpun harus dicari dengan meninggalkan yang 99, agar yang satu orang itu tetap dapat dilayani,” kata Romo Purbo. raker-dpp-5.jpg

Data statistik menjadi sangat penting dalam mengembangkan arah pastoral Gereja, dan di KAJ masih banyak paroki yang belum menyerahkan statistik warganya. Secanggih apa pun teknologi komputer yang dimiliki oleh paroki, namun  tanpa input data yang benar, maka tidak akan ada isinya. Meskipun berbagai program yang bagus-bagus disusun, namun tanpa ada data statistik, maka menjadi belum lengkap. Oleh sebab itu, data dari lingkungan menjadi sangat penting, katanya menutup pesan.

Maka, raker yang berlangsung cukup melelahkan ini ditutup dengan sebuah pesan dari Romo Gun, “Program kerja yang bagus bukan hanya sebuah rencana, tetapi perlu dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Tantangan dan pukulan akan banyak sekali, namun kita siap dengan apa yang akan terjadi karena kita bekerja dan melayani untuk  mencintai Tuhan Yesus. Semua karya kita ditujukan demi  persaudaraan iman kita bersama. Semoga umat basis teritorial dan kategorial di lingkungan-lingkungan Paroki Santo Nikodemus ini semakin berkembang dalam persaudaraan sejati.

(Chris V, Margaretha S)
Comments (0)Add Comment

Write comment

busy
Last Updated ( Monday, 26 October 2009 )
 
< Prev   Next >

Forum Komunitas

Friend Connect

Kalender Liturgi

Who's Online

We have 3 guests online

Jadwal Misa

Harian
  05.30 WIB
Sabtu
Sore
18.00 WIB
Minggu
Pagi
06.00 WIB
    08.00 WIB
  Sore 18.00 WIB
Jumat I
 
19.00 WIB
Pengakuan
30 menit sblm
Dosa
misa dimulai

Pesan Singkat