|
Menyiapkan Generasi Penerus |
|
|
|
|
Written by Thomas Galih
|
|
Monday, 05 April 2010 |
Ketua Lingkungan Santo Mikael, Fritz Zinto Loudoe
“Sebenarnya pada saat pemilihan ketua lingkungan untuk periode 2006-2009 awalnya saya menolak, karena saya masih termasuk warga baru, saya masuk sekitar tahun 1998, dan belum terlibat aktif di lingkungan, dan saya merasa ada yang lebih pantas untuk menjadi ketua lingkungan. Tetapi, karena pemilihannya secara aklamasi dan saya mendapat suara terbanyak, mau tidak mau saya harus menerima dan harus saya jalani. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh warga yang telah mendukung saya 100 persen dengan segala kegiatannya,” kata Bapak Fritz Zinto Loudoe saat diwawancarai pada Sabtu, 13 Maret 2010 pagi di teras gereja.
Bapak Fritz Zinto Loudoe adalah Ketua Lingkungan Santo Mikael, yang berada di Wilayah V, lingkungan ini adalah pemekaran dari Lingkungan Santa Caecilia dan saat ini ada sekitar 26 kepala keluarga, lahir di kota Surabaya pada tanggal 19 Mei 1964, dalam menjalankan kegiatannya, ia terinspirasi dari kutipan buku 25 Tahun Imamat Romo Gunawan, yaitu ‘perbedaan pekerja dan pelayanan.’
Sebagai ketua lingkungan, Pak Zinto, begitu biasa dipanggilnya, adalah ketua lingkungan untuk kedua kalinya. Pada periode pertama menjadi ketua lingkungan, Pak Zinto mencanangkan sebagai tahun perkenalan dan adaptasi seluruh warganya. Pada periode kedua ini Pak Zinto mencanangkan sebagai tahun peremajaan dan pengalihan ke generasi muda supaya generasi tuanya lebih banyak beristirahat, tetapi masih tetap dimintai saran-sarannya.
Pak Zinto ingin kepengurusan periode sekarang adalah generasi muda. Selain lebih fresh, Pak Zinto juga ingin agar generasi muda lebih bersemangat untuk melayani sesama di lingkungan. Hal ini sudah terlihat juga pada kegiatan koor dan liturgi (lektor-lektris). Puji Tuhan hingga dua periode ini apa yang Pak Zinto canangkan sudah sesuai harapan.
”Kegiatan di lingkungan seperti bina iman anak (BIA), koor, KKS, rosario bersama sudah rutin dijalankan, bahkan di lingkungan yang saya pimpin ada kegiatan arisan yang bertujuan untuk membina antarwarga lingkungan agar semakin akrab.” ucap Pak Zinto yang juga mendapat dukungan penuh dari sang istri, Arsana Derajati ini. Dari sekitar 26 kepala keluarga, masih ada beberapa warga yang belum terlibat aktif dalam kegiatan lingkungan, karena berbagai kesibukannya. Tetapi, ia tetap optimistis suatu saat pasti bisa ikut aktif terlibat di lingkungan.
Untuk kegiatan OMK saat ini di lingkungan sedang ’mati suri’. Hal ini dikarenakan hanya ada enam OMK. Beberapa sudah bekerja, ada yang sekolah dan kuliah, ada juga yang tinggal di asrama.
Kegiatan yang menonjol saat ini adalah bina iman anak (BIA). Ada sekitar 12 anak yang secara rutin tiap hari Minggu datang mengikuti kegiatan yang dibina oleh Saudari Hella.
Untuk menunjang kegiatan bina iman anak ini, seluruh warga bergotong-royong ada yang mengumpulkan koran bekas, buku bekas, dan lain-lain. ”Kami ingin menjadikan bina iman anak ini menjadi cikal-bakal OMK lingkungan.” ucap Bapak Zinto yang bekerja di perusahaan IT pengembangan mesin IDC di Plaza Griver Kuningan, Jakarta Selatan, mengakhiri wawancara dengan Litani.
(Thomas Galih)
Nama : Fritz Zinto Loudoe
Tempat tanggal lahir : Surabaya, 19 Mei 1964
Pekerjaan : Perusahan Bidang IT Pengembangan Mesin IDC
Istri : Arsana Derajati
Pekerjaan : Karyawati Bank Victoria
Nama Anak : 1. Zeldagne (16 tahun) SMA Santa Ursula kelas X
2. Zefanya (12 tahun) SD Ricci II kelas IV
3. Zidane (10 tahun) SD Ricci II kelas III
|
|
Last Updated ( Tuesday, 06 April 2010 )
|