|
BERKUMPUL BERSAMA SEBAGAI KERINDUAN |
|
|
|
|
Written by Mia Wulandari
|
|
Monday, 05 April 2010 |
ZIARAH WISATA LINGKUNGAN SANTA CAECILA
Berawal dari ide spontan atas kerinduan untuk selalu berkumpul dan keinginan untuk mengadakan acara di alam terbuka (tidak melulu in door). Acara yang sekiranya bisa diikuti oleh umat tanpa dikenakan biaya yang mahal. Ide bersambut. Setelah disetujui oleh Ibu Christine Pardede selaku Ketua Lingkungan Santa Caecilia, akhirnya ditetapkanlah untuk pertemuan bulanan pada Februari diadakan di luar ruangan.
klik di gambar untuk memperbesar
Rombongan menggunakan bus berkapasitas 59 tempat duduk keluar dari Kompleks Pertamina Pondok Ranji, pukul 07.00, Sabtu, 6 Februari 2010 silam. Menembus daerah Jawa Barat, tepatnya di kota Subang, rombongan tiba pukul 10.00, di tempat inilah tujuan rombongan itu, Gua Maria Tebar Kamulyan di Gereja Kristus Sang Penabur. Rombongan ini adalah umat dari Lingkungan Caecilia, yang berada di Wilayah V.
Ziarah wisata ini dipersiapkan hanya dalam tempo dua minggu, itu pun dengan panitia kecil saja. Disebut ziarah wisata karena tujuan utamanya adalah berziarah dilanjutkan berwisata ke Ciater. Sebuah kegiatan yang baru pertama kali diadakan dari dan untuk umat lingkungan ini.
Ziarah wisata ini terbuka bagi warga lingkungan, peserta terdiri dari anak-anak 15 orang dan 36 orang dewasa, mereka berkumpul seharian bersama. Iuran juga tidak terlalu memberatkan buat warga, hanya Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak, sebagian pembayaran transpor diambil dari uang kas lingkungan.
Setelah tiba di lokasi, rombongan mengadakan misa yang dipimpin oleh Romo Handy Pr, Romo Paroki Kristus Sang Penabur. Kemudian menuju halaman belakang gereja yang luas untuk untuk mengikuti jalan salib. Bayangan umum biasanya di setiap perhentian jalan salib dipasang gambar/patung relief berukuran kecil. Namun, yang ada di sekitar halaman ini, patung berukuran orang dewasa berdiri tegak menggambarkan setiap perhentian, selesai jalan salib anak-anak berbaris rapi dan masing-masing membawa lilin untuk diletakkan di depan gua, lalu berdoa bersama.
Ciater adalah tempat tujuan berikutnya. Tempat yang terkenal dengan area pemandian sebagai tempat yang dirasa cocok untuk berkumpul dan duduk bersama menikmati hawa pegunungan. Rombongan tetap terjaga dalam satu tempat. Anak-anak tingkat TK-SD dikumpulkan dan mengadakan permainan/lomba bagi mereka. Pemenangnya mendapatkan hadiah yang menarik. Sedangkan untuk acara dewasa, seperti pertemuan bulanan yang rutin diadakan di lingkungan, diadakan arisan. Dilanjutkan dengan acara bebas. Ada yang berenang, ada yang berendam, dan bagi anak-anak ada yang bermain di arena anak-anak.
Musik dangdut masih sayup-sayup terdengar sore itu ketika rombongan meninggalkan tempat wisata Ciater. Meski lelah, namun kegembiraan dan senang terpancar dari wajah membuat kebersamaan ini tetap punya arti. Perjalanan menuju Jakarta melewati jalan Tol Cikampek sempat berhenti di rest area untuk makan malam dan sekadar membeli oleh-oleh, diiringi dengan guyuran hujan.
Acara ini berjalan dengan lancar karena banyak umat yang membantu dan ikut berpartisipasi. Panitia kecil mengucapkan terima kasih atas segala bantuan apa pun yang diberikan. Harapannya adalah tetap jadikan berkumpul sebagai kerinduan. Viva Lingkungan Santa Caecilia!
(Mia Wulandari)
Foto : Alexius DK
|
|
Last Updated ( Tuesday, 06 April 2010 )
|