Ketua Lingkungan Santo Thomas Rasul Christophorus Sutikno Siswojo
”Saya menjadi ketua lingkungan karena diminta oleh ketua wilayah, karena ketua lingkungan yang lama naik jabatannya menjadi ketua wilayah, sedangkan saya waktu itu menjadi wakil ketua lingkungannya, dan juga itu merupakan panggilan, mau dan tidak mau yang namanya panggilan ya seperti inilah namanya pelayanan, siapa lagi kalau tidak mau menjadi ketua lingkungan, dan juga supaya lingkungan ini menjadi hidup dan warga merasa bersama dalam memiliki lingkungan ini, dan saya melakukan ini sangat layak, layak dalam pengertian sangat wajar sekali dan tidak ada motivasi lainnya, begini juga bentuk menjadi seorang Katolik dalam berkarya kan,” ucap Ketua Lingkungan Santo Thomas Rasul Christophorus Sutikno Siswojo saat berbincang dengan Litani pada Sabtu pagi, 5 Juni, di Perumahan Villa Jombang Baru, Jombang.
Sebelum dia menjadi ketua lingkungan, dia diberi waktu cukup lama, dua minggu, oleh ketua wilayah untuk berpikir dan juga berkonsultasi dengan sang istri dan juga anak-anaknya, karena jika terpilih harus rela meluangkan waktu dan pikiran untuk kemajuan lingkungan dan juga merelakan waktunya untuk mengurus warga jika ada suatu keperluan yang perlu dia tangani nantinya, misalnya mengantar warga ke rumah sakit, sehingga waktu untuk keluarga bisa berkurang, ”tetapi akhirnya istri dan anak-anak malah mendukung supaya saya menjadi ketua lingkungan, syukur sekali mereka mengerti konsekuensi menjadi pengurus,” ucap bapak dua anak ini.
Bapak Sutikno, demikian sapaannya menjadi ketua lingkungan untuk periode 2009-2012, lingkungan ini berada di Wilayah VII, dengan Ketua Wilayah dijabat oleh Thomas Susman Riyadi, pada lingkungan yang dia pimpin terdapat 28 kepala keluarga dengan berbagai latar belakang yang berbeda, tetapi dalam menjalankan tugasnya dia tidak memiliki persoalan yang sulit, berjalan seperti biasa saja karena struktur organisasi sudah berjalan dan saling mendukung satu dengan lainnya, ”saya dalam pelayanan harus dengan tulus dan harus tahu motivasinya warga karena ini pelayanan dalam iman, berbeda kalau melayani di tingkat pengurus rukun warga, kadang kita harus memaksa warga dalam sesuatu kegiatan,” katanya.
Dalam kegiatan pada lingkungan ini kehadiran warga berkisar 50 persen seperti kehadiran warga pada Doa Rosario, pendalaman kitab suci, atau kegiatan lainnya, paduan suara juga berjalan baik, masalahnya warga di sini kebanyakan bekerja dan pulangnya larut malam karena jarak rumah dan tempat bekerja cukup jauh, warga kebanyakan juga menggunakan alat transportasi kereta api, nah masalah kadang timbul jika alat transportasi itu mengalami kendala dalam perjalanan dan dalam kesempatan yang sama ada juga kegiatan pada lingkungan, sehingga warga tersebut berhalangan hadir, ”ya seperti itu saja persoalannya jika warga tak hadir dalam kegiatan dan tak ada faktor lain karena semua mau bersosialisasi, ada juga warga yang tak hadir, tetapi dalam kegiatan lainnya dia mau hadir, kadang saya cukup menelepon warga untuk hadir dan mereka mau,” kata ketua lingkungan yang berbisnis properti ini.
Dalam melayani warga yang tidak aktifpun, ketua lingkungan ini tidak segan mendatangi rumah warga baik sendiri maupun bersama pengurus, kadang lewat telepon, atau berkirim pesan pendek, ”tetapi kalau semua sudah saya upayakan dan warga tersebut tidak mau juga berkumpul dengan yang lainnya, yah mau berbuat apalagi saya ini, ucapnya.
Belum lama ini, seorang warga juga mendatangkan motivator supaya warga mau tergerak hatinya dan percaya diri, maksudnya untuk meningkatkan kepribadian dan kualitas hidupnya dan juga pernah lingkungan ini mendatangkan seorang pakar anger management, ” maksud dan tujuannya adalah untuk terapi membantu mengatasi berbagai rasa marah yang bisa mempengaruhi kesehatan seseorang, pekerjaan, perilaku sosial, atau hubungan personal. Tujuan utamanya, mengajarkan seseorang untuk mampu mengenali dan mengelola kemarahannya,” kata ayah dari dua perempuan ini.
Tetapi, yang menjadi keinginan ketua adalah dia bersama beberapa warga ingin membiayai pendidikan untuk anak dari pemulung yang selalu melintas dan mengorek-ngorek bak penampungan sampah dalam perumahan tersebut, kendala yang ada adalah kekhawatiran tentang maksud dan tujuan bantuan pendidikan ini terhadap warga terdekat dalam perumahan sendiri, maklum saja yang akan dibantu adalah anak dari warga non-Katolik, apa kata warga lainnya nanti, ”makanya kami masih saling berkoordinasi terhadap yang lain, yang penting anak itu mendapatkan pendidikan yang layak nantinya, seperti anak lainnya juga,” kata suami dari Josidha Kusuma.
”Saya mengimbau agar warga merasa memiliki lingkungan ini, cobalah merasakan bahwa lingkungan ini milik bersama, kualitasnya juga ditingkatkan agar semua program yang sudah dibuat berjalan dengan baik, memiliki rasa kebersamaan apalagi dalam tugas di lingkungan maupun di paroki,” kata ketua yang belum lama ini membawa rombongan ke Panti Asuhan Bhakti Luhur Ciputat,” menutup wawancara pagi itu.
(Chris V)
Profil
Nama: Christophorus Sutikno Siswojo
Tempat/tgl lahir: Kediri/24 Oktober 1963
Pekerjaan: Usaha properti
Istri: Josidha Kusuma (45)
Anak: Clarissa Gracia (15)
Brigitta Gracia (14)
Pendapat Warga terhadap Ketuanya
Pak Bambang: Pak Keling Santhora Muantabh..siiip, bisa 3 periode jadi Keling
Ibu Nina : Kalau ada Pak Tikno pasti meriah, apa aja bisa jadi bahan candaan
Pak Vincent : Penuh tanggung jawab, pemimpin yang baik, pandai berdoa dan figur pemersatu umat
Ibu Tati : Sosok bapak yang suka menolong, dan sangat mendalami kitab suci
Pak Susman : Semua masalah lingkungan mudah diatur dan tanggap, selanjutnya? terserah Anda?
Ibu Niken : Ngomongnya suka ceplas-ceplos khas Jawa Timur, tapi hatinya baik, tidak bertele-tele
Ibu Janti : Wow beliau amat sangat baik, ramah dan tidak sombong
Rosa : Keling terganteng, siap antarumat kemana aja termasuk acara karaokean, suara tenor andalan untuk merusak koor hahahaha dan belum mau aktif dengerin homili romo paroki …
Cynthia : Dengan Keling Pak Tikno, lingkungan Santhora semakin penuh semangat, fresh teruuss, sampai-sampai Kewil VII jadi tambah awet muda
Erica P : Pak Tikno cepat tanggap, pendekatan ke warga ok, orangnya rame, kocak tapi bisa diajak serius, ringan tangan. Cocok jadi Keling seumur hidup....
|