Profil
Sejarah
Peresmian Paroki | Sejarah |
|
|
|
| Written by Administrator | |||||
| Monday, 21 July 2008 | |||||
Page 2 of 3 Jalan menuju ke paroki selalu tidak mulus. Tahun 2000 Mgr Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ mengunjungi umat Paroki Rasul Barnabas, di SMU Mater Dei, Pamulang. Dalam acara tanya jawab, seorang wakil dari Ciputat mengajukan pertanyaan bahwa, jumlah umat Ciputat cukup banyak dan telah disediakan sebidang tanah oleh KAJ untuk pendirian gereja, kami mohon penegasan, kiranya Paroki Ciputat kapan dapat diwujudkan. Uskup menanggapi dengan nada agak keras, ”Hari ini saya dapat menerbitkan SK-nya, namun apakah umat Katolik sudah dapat diterima di tengah-tengah masyarakat umum”? Bulan Juli 2002, kembali Uskup mengunjungi umat Stasi Nikodemus. Dalam acara ramah tamah dengan umat diawali dengan doa pembukaan yang dibawakan oleh Ketua Seksi Liturgi Stasi Ciputat, Agus Suwardi. Dalam doanya, dimohonkan agar Ciputat segera diwujudkan menjadi paroki. Kembali Uskup menanggapi dengan nada keras seperti halnya tanggapan dua tahun sebelumnya di Pamulang. Pernyataan Uskup di dua kesempatan itu membuat anggota Dewan Stasi Ciputat berpikir, jangan-jangan Uskup tidak mendukung pemekaran paroki. Namun, Dewan Stasi tetap berlapang dada dan optimistis bahwa suatu waktu ”A dream comes true”. Akhirnya bulan Oktober 2002 datanglah surat Vikjen, bahwa tanggal 26 April 2003, Uskup akan mengunjungi umat Ciputat, diminta agar dipersiapkan laporan yang akan disampaikan dalam kunjungan Uskup dimaksud. Penulis saat itu sebagai Wakil Ketua Dewan Stasi bersama anggota dewan lainnya merasa tertantang untuk menyajikan laporan kegiatan stasi supaya mendapatkan penilaian positif untuk bahan pertimbangan menjadi paroki yang diidamkan. Satu-satunya pesan Pastor Kepala Stasi Ciputat, Alexius Widianto Pr, agar laporan dimaksud sudah diterima Uskup satu bulan sebelum hari kunjungan. Sedianya buku laporan itu akan diberikan pada 26 Maret 2003, namun sekitar satu bulan lamanya Uskup bersama empat tokoh agama lainnya sedang berkunjung ke berbagai negara. Di antaranya beraudensi dengan Sri Paus Yohanes Paulus II. Hari Minggu, 13 April 2003, dua belas hari sebelum hari ”H”, Uskup tiba di Jakarta, maka beruntung sekali pada hari Senin, 14 April 2003, Pastor Alexius Widianto Pr, yang akrab dipanggil dengan sebutan Romo Widi, sowan ke Uskup untuk menyampaikan laporan Dewan Stasi Ciputat yang telah dipersiapkan, agar dapat dibaca sebelum hari ”H” kunjungan. |
|||||
| Last Updated ( Thursday, 21 August 2008 ) | |||||
| Home |
| Profil |
| Seksi-seksi |
| Galeri |
| Artikel |
| Berita |
| Interaktif |
| Harian |
05.30 WIB |
|
| Sabtu |
Sore |
18.00 WIB |
| Minggu |
Pagi |
06.00 WIB |
| 08.00 WIB | ||
| Sore | 18.00 WIB |
|
| Jumat I |
|
19.00 WIB |
| Pengakuan |
30 menit sblm |
|
| Dosa |
misa dimulai |
|