Profil
Sejarah
Peresmian Paroki | Sejarah |
|
|
|
| Written by Administrator | |||||
| Monday, 21 July 2008 | |||||
Page 1 of 3 LIKA-LIKU PAROKI SANTO NIKODEMUS”Hari Ini Saya Dapat Menerbitkan SK” Tanggal 26 April 2008, Paroki Santo Nikodemus genap lima tahun atau lustrum pertama (2003-2008). Lazimnya pendirian satu paroki dipersiapkan oleh paroki induk, seperti halnya Paroki Matius, Bintaro, mempersiapkan pendirian paroki baru di Bintaro Jaya Sektor VII, dari Stasi menjadi Paroki Maria Regina. Lain halnya dengan Paroki Santo Nikodemus yang terbentuk atas perjuangan selama 16 tahun hingga menjadi paroki. Sesuai dengan namanya, yakni Nike (baca Niko) berarti suatu kemenangan yang diperoleh atas perjuangan yang panjang. Demos (baca demus) yakni rakyat atau dalam hal ini umat Ciputat mencapai kemenangan atas keberhasilan untuk mendirikan Paroki Santo Nikodemus atau dalam bahasa Injil ”manusia harus dilahirkan kembali dari air dan Roh”. Bermula dalam Dewan Paroki di Puri Asri Gadog, Bogor, wakil-wakil Ciputat mewacanakan pendirian Paroki Ciputat. Untuk menindak-lanjutinya dibentuk Satuan Tugas (Satgas) sebagai Ketua Prof. Dr. Harimurti Kridalaksana yang menyelenggarakan misa perdana tanggal 16 April 1989 di Wisma Kompas Pacet, Cianjur, dipimpin oleh Pastor Martosujito, SJ dari KAJ, dan dari Paroki Santo Stefanus masing-masing FX Harimurtono, SCJ dan Frater Parman, SCJ. Berikutnya misa diselenggarakan sebulan sekali. Bagaikan petir di siang bolong, karena terjadi peristiwa Tabloid Monitor, kegiatan liturgia di Ciputat dialihkan ke SD Strada Sanjaya–sekarang SD Mater Dei–hingga terbentuk Paroki Rasul Barnabas, Pamulang tahun 1993. Sejak awal pendirian Paroki Rasul Barnabas, DPH menjanjikan akan menindak-lanjuti pendirian Paroki Ciputat, namun dari tahun ke tahun– ”janji tinggal janji bulan madu tinggal janji”–ah maaf waktu berjalan terus. Atas prakarsa Petrus Adibrata, pada tanggal 9 Maret 1997, 13 orang yang mewakili umat Ciputat mendeklarasikan pendirian Paroki Ciputat. Sebagai persiapan, didirikanlah Stasi Ciputat berikut dengan anggota Dewan Stasi Ciputat. Sejak saat itu Stasi Ciputat menggelar misa tiap hari Minggu bertempat di Kapel Santo Ignatius Loyola, Kompleks Mabad Rempoa, Ciputat. Dalam sebulan, tiga kali misa dilayani oleh Pastor TNI, yakni Pastor Heribertus Notowardoyo Pr dan Pastor Albertus Hendharyono Pr. Di minggu keempat, dilayani oleh pastor Paroki Rasul Barnabas. Dua kali Dewan Stasi Ciputat mengajukan proposal pendirian Paroki Ciputat kepada DPH Rasul Barnabas, namun tidak pernah mendapat tanggapan. Tidak disangka kerinduan akan pendirian Paroki Ciputat terdengar oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ hingga akhirnya diterbitkan surat No 2023/4.1.8/99 tanggal 2 Agustus 1999. Uskup Agung Jakarta mengangkat Pastor Alexius Widianto Pr sebagai pastor di Stasi Ciputat dengan tugas mempersiapkan pendirian Paroki Ciputat. |
|||||
| Last Updated ( Thursday, 21 August 2008 ) | |||||
| Home |
| Profil |
| Seksi-seksi |
| Galeri |
| Artikel |
| Berita |
| Interaktif |
| Harian |
05.30 WIB |
|
| Sabtu |
Sore |
18.00 WIB |
| Minggu |
Pagi |
06.00 WIB |
| 08.00 WIB | ||
| Sore | 18.00 WIB |
|
| Jumat I |
|
19.00 WIB |
| Pengakuan |
30 menit sblm |
|
| Dosa |
misa dimulai |
|