Pelantikan Dewan Paroki Pleno Periode 2009-2012
Written by Chris V   
Monday, 10 August 2009
Disentuh oleh Tuhan Secara Berbeda

”Saudara-saudari sekalian, sebelum naik ke sorga, Ia berjanji akan mengutus Roh Kudus kepada para murid dan kepada kita semua. Roh Kudus diutus-Nya untuk mendampingi, menguatkan, dan menerangi budi kita, supaya kita mengerti apa yang pernah diajarkan Yesus. Terutama pada saat yang berbahagia ini, telah hadir bersama kita seluruh calon Dewan Pleno Paroki Santo Nikodemus yang akan dilantik pada misa ini. Untuk itu, marilah kita mendoakan mereka semua agar benar-benar dapat menghayati tugas-tugas yang telah dipercayakan dan telah mereka terima dengan baik. Kiranya Roh Kudus akan semakin berpengaruh dalam hidup kita, supaya kita makin menghayati iman kita sehingga mampu melayani-Nya dalam diri sesama.” 
  
Demikian kata Romo Alphonsus Setya Gunawan Pr dalam khotbah pembuka sebelum dilantik menjadi Pengurus Dewan Paroki dan Dana Papa Santo Nikodemus Periode 2009-2012 oleh Vikaris Jenderal selaku Wakil Uskup Agung Jakarta Yohanes Subagyo Pr dan melantik Pengurus Dewan Paroki, pada Minggu, 31 Mei 2009 lalu, bersamaan dengan misa pukul 18.00 yang juga bertema hari raya Pentakosta, turut hadir dan memberi homili Romo Yohanes Subagyo Pr serta Ferdinandus Apolonius Djaga Kota CSsR dan dihadiri oleh ratusan umat.

Di hadapan Vikaris Jenderal selaku Wakil Uskup Agung Jakarta para pengurus mengucapkan janji setianya untuk bekerja dengan tulus hati serta selaras dengan kemampuannya, dan juga mohon pertolongan Allah dalam menunaikan tugasnya, secara simbolis Vikaris Jenderal mengalungkan salib kepada Pengurus Dewan Paroki merangkap Pengurus Gereja dan Dana Papa untuk siap menunaikan tugasnya.

Setelah Pengurus Dewan Paroki merangkap Pengurus Gereja dan Dana Papa dilantik, Romo Alphonsus Setya Gunawan Pr pun melantik para pengurus Dewan Paroki Pleno, seperti Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, Seksi dan Organisasi, dan dengan suara lantang mereka mengucapkan janji setia dan tulus dalam menjalankan tugas yang diembannya sesuai dengan pedoman dasar Dewan Paroki, secara simbolis pula Romo Gun mengalungkan salib kepada mereka yang dilantik.

Sebelum pelantikan Pengurus Dewan Paroki, lektris membacakan surat keputusan pemberhentian dan pengangkatan kembali karena beberapa nama masih dipercaya untuk menduduki jabatan, sesuai dengan keputusan Ketua Umum Dewan Paroki Romo Alphonsus Setya Gunawan Pr No:  04/SK/St. Nikodemus/V/2009 dan 05/SK/St. Nikodemus/V/2009 dan ditanda tangani olehnya, memberhentikan dengan hormat serta mengucapkan terima kasih atas jasa-jasanya dalam menjalankan tugas kepada  para anggota Pengurus Dewan Paroki.  

“Seperti Kristus rela berkorban nyawa bagi kita, kitapun mau berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik dalam karya Gereja. Maka, meski terkadang kita merasa lelah dan harus banyak berkorban tenaga, waktu, dana, pikiran, dan lain-lainnya, semua akan terasa indah dan membahagiakan bila kita persembahkan kepada Tuhan sebagai tanda cinta. Oleh karenanya, Santo Matius secara sangat mendalam mengatakan ‘Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga’ (Matius 5:10), kata Romo Gun.

Lebih lanjut dia mengatakan, “marilah kita lanjutkan dan tingkatkan iman dan persaudaraan yang telah dibangun selama ini, agar pelayanan bagi seluruh paroki semakin berdaya guna. Harapan kita semoga dalam kepengurusan semakin banyak umat ikut terlibat dan bertanggung jawab dalam seluruh gerak Gereja dan dapat menjadi garam dan terang Kristus bagi seluruh Gereja dan masyarakat.”

Sebelum dilantik untuk menjadi pengurus Dewan Paroki Pleno, mereka terlebih dahulu diberi pembekalan dan penguatan dalam suatu rekoleksi yang dibawakan Romo BS Mardiatmadja SJ, penasihat Bapak Uskup dalam Bidang Teologi dan pengajar di STF Driyarkara, pada Minggu, 24 Mei, bertempat di Ruang Yohanes 2 sejak pagi hingga siang hari. Arahan yang diberikan oleh Romo Mardi, panggilan akrabnya, meliputi motivasi dan pedoman dasar dalam berkarya sosial.

”Pagi ini kita mau merefleksikan diri kita sendiri sebagai pelayan Tuhan dalam gereja, bagaimana saya sebagai orang Katolik, yang diserahi tugas untuk menjadi anggota dan calon anggota dewan paroki pleno,” kata Romo Gun membuka salam sebelum acara dimulai.

Sebelum memulai rekoleksi Romo Mardy memberikan bahan berupa gambar-gambar Yesus dan orang suci sebanyak 18 untuk dipilih oleh peserta, setelah peserta memilih salah satu gambar dari 18 gambar tersebut, mereka dikelompokkan menjadi 18 kelompok, yang terdiri dari 4 hingga 12 orang dalam satu kelompok, maksud dari acara ini oleh dia katakan, “bahwa Anda semua yang memilih gambar adalah sebenarnya memiliki relasi dengan Tuhan, jika saya tadi meminta Anda cerita iman, maka tiada satu pun yang mau bercerita, sehingga dengan memilih gambar Anda berbagi cerita masing-masing dengan ringan tentang iman Anda,” katanya.

”Bahwa iman kita senantiasa mewujudkan potret, iman kita tidak pernah tanpa wujud, iman kita senantiasa berwujud, dalam pelayanan di paroki iman itu tidak abstrak, iman itu konkret, itulah ujud pelayanan kita nanti,” lanjutnya

Aneka Pola Pelayanan
”Satu Tuhan kita memang, satu iman kita benar, satu Gereja kita betul, tapi ternyata Anda itu disentuh oleh Tuhan secara berbeda-beda, andaikata secara sama Anda akan memilih satu gambar yang sama tadi, bahwa Anda memilih gambar berbeda-beda itu bukti bahwa Anda itu ‘dicubit’ oleh Tuhan secara berlainan pula dan di bagian diri Anda yang berbeda-beda dan ini penting karena Anda memang dari satu dewan paroki dan mungkin sesama lingkungan dan sama-sama ketua lingkungan, tapi saya berharap Anda yang ada di dewan paroki harian, marilah kita  sadar bahwa kita boleh beriman secara berbeda-beda, oleh sebab itu boleh saja lingkungan itu tidak sama satu dengan yang lain, di sini hadir anak muda, orangtua, dan yang sudah tua, ternyata iman kita sama sekali tidak ditentukan oleh usia, iman kita adalah bagaimana Tuhan menyentuh kita, nah tonjokkan Tuhan pada badan kita berbeda-beda pula, pada bagian hati yang berbeda-beda dan nanti yang akan kelihatan keluar pasti akan berlainan, maka jika ada ketua lingkungan yang begini dan begitu, cobalah saling memahami, untuk menunjukkan bahwa kita meng-Injil-kan perbedaan dalam hal iman kita.

Karena perbedaan iman, maka cara pelayanan juga akan berlainan, itu sebabnya di dewan paroki ada banyak seksi, dan saya berharap Anda membawa gambar-gambar tadi dalam hati masing-masing, karena ini merupakan bekal bagi Anda kalau melayani seksi tertentu, melayani proyek tertentu, dan melayani kegiatan tertentu, tidak apa-apa kalau kita berbeda-beda tekanan dalam pelayanan, maka saya berharap bahwa seksi-seksi nanti kalau mulai bekerja, berpikirlah bersama gambar Tuhan Yesus yang mana, yang mau dipasang di ruangan seksi Anda, kalau tidak mempunyai ruangan setidaknya gambar itu Anda simpan pada map Anda, ini sangat penting dan jangan mengira Tuhan Yesus langsung sama pada semua, tidak, Tuhan Yesus itu mampir dan tampak pada kita secara berbeda, sekali lagi itu tidak apa-apa, Anda tidak perlu risau, kalau dalam paroki ini ada beberapa aliran kerohanian, artinya kalau dalam lingkungan Anda ada beberapa aliran kerohanian itu juga tidak apa-apa, sebaliknya kalau Anda kapan-kapan ternyata mendapat pastor paroki yang lain, yah gak apa-apa juga, kalau modelnya tidak seperti Romo Gun, tetapi kita kadang-kadang kita mempunyai godaan-godaan untuk membanding-bandingkan romo, dan nanti kalau ada pergantian romo tapi tidak seperti Romo Gun, akan susah….dan jangan kita memaksa orang untuk senasib sepenanggungan dan sebentuk dan sesuara,” katanya.

”Dan, yang utama dari pemilihan gambar tadi adalah, saya dengan terpaksa untuk Anda saling mengenal satu sama lain dengan semua yang ada di dalam pengurus dewan pleno ini, juga dengan sharing via gambar tadi Anda bisa berkenalan dan mulai ada kontak, karena dewan paroki bukan organisasi, Dewan Paroki Santo Nikodemus adalah pelayan kepada Tuhan, de facto, dalam suatu dewan paroki perlu ada suatu keterbukaan dalam pelayanan walaupun koordinasi tentu saja perlu.

Dalam pemilihan gambar tadi, Anda disuruh bercerita tentang Tuhan. Dalam seksi, dalam lingkungan, saya berharap itu kerap terjadi, jangan sampai rapat lingkungan atau rapat dewan paroki terutama tentang proyek, supaya dalam pertemuan itu juga modelnya adalah sharing tentang iman juga, supaya itu ada, kalau itu tidak ada, yah itu seperti rapat RT atau RW, dan itu bukan maksud dari dewan paroki,” kata Romo Mardy menutup acaranya.

”Kita pengurus dewan paroki pleno adalah  ujung tombak dari penggembalaan di paroki ini, maka saya berharap apa yang diterangkan oleh Romo Mardy dalam rekoleksi ini menjadi bekal yang mendasar bagi kita, komitmen kita pada Tuhan Yesus untuk menjadi orang-orang beriman teguh dan apa yang mau kita lakukan bersama sebagai dewan paroki pleno, organisasi dalam paroki kita, sudah ada dalam pedoman dasar dewan paroki, pelajarilah pedoman dasar itu, pedoman dasar itu sudah melalui pemikiran yang panjang dan dibuat dengan sangat mendalam, dan semoga kita yang hadir hari ini bisa memahami penjelasan dan mengembangkan bentuk-bentuk paroki kita dan lingkungan sehingga banyak warga terjaring dan tersapa untuk mendapatkan perhatian kasih, kata Romo Gun menutup acara yang berlangsung selama 5 jam itu.

 (Chris V)

PERISTILAHAN
Dewan Paroki- Adalah badan pastoral, di mana pastor bersama umat dengan wakil umat memikirkan, merencanakan, dan melaksanakan segala sesuatu yang perlu untuk mewartakan sabda Tuhan, membagikan rahmat Allah dan membimbing umat supaya dapat menghayati iman dan mengamalkannya dalam masyarakat. Tugas-tugas itu dikelola dalam rapat-rapat Dewan Paroki Harian, Dewan Paroki Pleno, dan Dewan Paroki Inti.
Dewan Paroki Harian- Adalah badan pengurus paroki yang sehari-harinya bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan reksa pastoral dalam batas-batas wilayah paroki. Dewan Paroki Harian disebut juga Pengurus Dewan Paroki.
Dewan Paroki Pleno- Adalah Dewan Paroki Harian bersama para ketua lingkungan dan koordinator wilayah, para ketua seksi, kepala bagian, wakil biara, persekolahan Katolik, dan wakil-wakil organisasi Katolik yang ada di paroki.
Dewan Paroki Inti- Adalah Dewan Paroki Harian ditambah para koordinator wilayah.

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy