SEJARAH PAROKI CIPUTAT

Pendirian Paroki Ciputat dirintis sejak tahun 1987, saat Ciputat masih menjadi bagian dari Paroki Cilandak – St, Stefanus. Sebagai perwujudan wacana pemekaran Paroki Cilandak, maka pada tanggal 16 April 1989 mulai diadakan Perayaan Ekaristi di Wisma Kompas dan Perayaan Ekaristi secara berkala setiap bulan sekali. Tetapi kegiatan peribadatan ini tidak berlangsung lama karena adanya masalah politis saat itu sehingga sejak tahun 1992 peribadatan dialihkan SD Mater Dei, Pamulang. Pupus sudah dambaan umat Ciputat untuk memiliki Paroki sendiri. Walaupun KAJ telah menyiapkan sebidang tanah di dekat Wisma Kompas tetapi tidak dapat dibangun sebagai tempat peribadatan.
Pada tanggal 17 Juli 1993 Paroki Pamulang Rasul Barnabas, diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta Mgr. Leo Sukoto, SJ. (almarhum). Impian pendirian Paroki Ciputat menjadi tertunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sebagai pelipur lara paroki baru tersebut ditetapkan sebagai “Paroki Pamulang – Ciputat”. Dan sejak pendirian Paroki, Dewan Paroki telah menyatakan gagasan persiapan pendirian Paroki Ciputat.
Khusus bagi umat Ciputat yang berdiam di sekitar Rempoa, telah tersedia sebuah Kapel St Ignatius Loyola, yang sejak tahun 1982 telah dibangun oleh umat Katolik Kompleks MABAD, Rempoa. Kegiatan peribadatan dilayani oleh Pusrohkat TNI-AD sebulan sekali pada hari Minggu akhir bulan. Sejak tahun 1992 peribadatan dilakukan dua kali sebulan. Selang setahun dengan bertambahnya pastor yang melayani pelayanan ibadat dapat dilakukan pada setiap hari Minggu pukul 07.00. Kapel kemudian beralih fungsi menjadi Stasi.
Pada tahun 1999 Keuskupan Agung Jakarta mengangkat RD Alexius Widianto dan RD Aloysius Hadi Nugroho sebagai Pastor di Ciputat yang berpusat di Kapel St Ignatius Loyola. Tugasnya adalah mempersiapkan berdirinya Paroki Ciputat. Langkah persiapan pun dilakukan, mulai dengan pembentukan Organisasi dan Susunan Pengurus Dewan Stasi. Dilanjutkan dengan penyusunan job description, pembuatan peta teritorial Paroki, pendataan umat dan penetapan Nama Pelindung Paroki. Nama pelindung Paroki yang dipilih adalah St Nikodemus.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya peresmian Pendirian Paroki Ciputat, St Nikodemus dilaksanakan tanggal 26 April 2003 oleh Uskup KAJ saat itu, Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ menjadi Paroki ke 55 di KAJ. Kapel St Ignatius Loyola sebagai pusat peribadatan umat Paroki St Nikodemus menjadi Gereja St Ignatius Loyola.
Seiring berjalannya waktu dilakukan beberapa kali renovasi kawasan gereja untuk mengakomodir kebutuhan ruang yang bertambah akibat bertambahnya jumlah umat dan semakin banyaknya kegiatan yang dilakukan. Pada tahun 2012 juga dibuat fasilitas tambahan yaitu Taman Doa ‘Maria Mater Sacratissimi Cordis’ dan lapangan futsal.